Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Author: Junaidi
•18.56

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah yakin kerusuhan di Batam tidak akan berbuntut panjang dan mengganggu investasi. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai, persoalan tersebut merupakan masalah internal dan akan diselesaikan oleh perusahaan tersebut.

"Ini (kerusuhan Batam) lebih kepada persoalan perusahaan, tidak persoalan-persoalan yang katakanlah ketegangan aturan," ujar Hatta, di sela-sela jumpa pers di Gedung Menko Perekonomian, Jumat (23/4/2010) .

Ia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi di Batam pada Kamis kemarin telah dapat diatasi. Sejauh ini, pihak manajemen perusahaan telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ini.

Meski akar permasalahan ini disebabkan oleh persoalan internal perusahaan, namun pemerintah akan turun tangan untuk memberi penjelasan atas permasalahan yang ada kepada para investor. Tujuannya, agar kepercayaan para investor tetap terjaga dan mereka tetap mau menanamkan modalnya di Indonesia.

"Akan tetapi kita perlu jelaskan, jangan karena persoalan ini 'Wah di Indonesia (kalau) investasi gini-gini'," ujarnya mengira-ngira peryataan yang akan dilontarkan para investor, terkait permasalahan tersebut.

Sementara terkait dengan keberadaan sekitar 100 tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut, Hatta menyatakan, saat ini mereka telah diselamatkan oleh pihak berwajib.

"Apakah mereka legal semua, sudah ada laporan semua itu legal, semua yang bersurat izin. Apakah sudah keluar dari Indonesia, saya detil tidak tahu. Mereka keluar (lokasi) diamankan, bukan mengungsi," papar Hatta.

Di sisi lain, Hatta juga menghimbau agar para media, khususnya media elektronik, tidak melakukan siaran berulang-ulang kerusuhan tersebut. Pasalnya, tayangan tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi pandangan investor asing terhadap kondisi di Indonesia.

"Kita berharap tivi kita tidak menyiarkan terus-terusan. Ini kan ditonton di mana-mana juga. Di Singapura, Malaysia, di belahan dunia manapun," tandasnya.

Sebelumnya, bentrokan antara pekerja dengan manajemen PT Drydock World Graha bermula dari umpatan seorang supervisor India perusahaan tersebut, Werindra, kepada foreman yang berkembangsaan Indonesia. Werindra mengatakan, "All Indonesia are stupid."

Dikabarkan 36 mobil rusak berat, 17 diantaranya dibakar massa yang mengamuk. Kantor perusahaan asal Dubai itu juga di bakar massa. Selain itu, gudang perusahaan yang terletak di Tanjunguncang juga ikut menjadi sasaran amuk massa hingga dibakar.
This entry was posted on 18.56 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Batam Map