Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Author: Junaidi
•09.14
batampos.co.id - Walau kondisi keamanan di Batam sudah relatif terkendali, namun hingga malam tadi Polisi masih memberlakukan siaga I pasca kerusuhan di PT Drydocks World Graha, Tanjunguncang, pekan lalu.

Seperti diberitakan Batam Pos, hingga saat ini masih ada sekitar dua peleton aparat keamanan dari Samapta dan Brimob yang melakukan pengamanan secara terbuka di perusahaan shipyard asal Dubai itu pasca insiden berdarah Kamis pekan lalu. "Ya, polisi masih siaga I hingga saat ini," ujar Kapoltabes Barelang Kombes Pol Leondias Braksan usai rapat tertutup dengan jajarannya di Mapoltabes, Minggu (25/4).

Pengamanan terbuka, kata Leonidas, tidak diberlakukan di perusahaan shipyard lainnya termasuk berbagai objek vital di Batam karena kondisi keamanan di kota ini kembali kondusif dan normal seperti semula. "Yang dijaga saat ini hanya PT Drydokcs. Ada dua peleton polisi disana," ujar mantan Kapolres Ambon tersebut.

Leonidas juga meminta perusahaan galangan kapal untuk secepatnya memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada akibat kerusuhan itu dan segera beroperasi. Para karyawan juga diminta untuk tidak mendatangi perusahaan tersebut sebelum diumumkan oleh manajemen perusahaan untuk kembali bekerja.

Para karyawan PT Drydocks, kata Leonidas, tak perlu cemas walau tidak bekerja selama beberapa hari. Sebab, manajemen perusahaan telah berjanji akan memberikan hak-hak karyawan sesuai aturan yang ada.

Ke depan, kata Leonidas, pihaknya akan mengambil langkah untuk mengkaji lagi sistem kerja antara pekerja asing dan tenaga lokal agar tidak menimbulkan kesenjangan yang berbuntut pada kekerasan antar pekerja dengan pekerja, maupun pekerja dengan manajemen perusahaan. "Langkah ke depannya kita akan kaji lagi sistem kerja antara pekerja asing dan lokal," katanya.(spt)
Author: Junaidi
•09.13
batampos.co.id - 3.000 orang karyawan PT Drydocks World Graha mulai masuk kerja pada Senin (26/4) hari ini. Tetapi itupun tidak semua bisa beraktivitas, karena banyaknya kerusakan yang terjadi. Hanya karyawan bagian safety dan elektrik yang masuk, sisanya dipulangkan dengan menggunakan mobil polisi.

"Mereka yang masuk ini memang untuk berbenah-benah dulu, memperbaiki kerusakan yang terjadi paca bentrok," ujar Kapoltabes Barelang Kombes Polisi Leonidas Braksan, saat turun langsung memantau masuknya karyawan.

WN India Tak Masuk Kerja

Dari 3.000 karyawan PT Drydocks World Graha yang masuk kerja, Senin (26/4), tak satupun karyawan berdarah India masuk. Pantauan Batam Pos, hanya karyawan WNI yang masuk kerja. Itupun hanya bagian elektrik dan safety. Mereka saat ini tengah berbenah memperbaiki kerusakan yang terjadi. Mereka bekerja dibawah pengawasan aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (cr1/nur)
Author: Junaidi
•09.12
batampos.co.id - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar hari ini (26/4) batal berkunjung ke Drydock Garaha, Tanjung Uncang yang pada Kamis minggu lalu rusuh.

Dijadwalkan Menakertrans akan ke Batam Selasa (27/4/2010).

Drydock rusuh karena tenaga kerja asing asal India menghina pekerja lokal dengan dikatai "bodoh".


Untuk mengetahui sebab musababnya Menaker telah membantuk tim pencari fakta. Untuk sementara, menurut laporan Ketua TPF kerusuhan Batam, Haiyana Rumondang, ada indikasi perusahaan melakukan sejumlah pelanggaran normatif ketenagakerjaan.
Author: Junaidi
•09.02

BATAM - Surya- Sedikitnya dua spanduk permohonan maaf terbentang di jalan raya yang mengarah ke PT Drydock Graha di Tanjung Uncang, Batam.

Pada spanduk tertulis, “Kami segenap warga India memohon maaf atas insiden yang terjadi di galangan kapal Tanjung Uncang”. Identitas pemasang spanduk belum diketahui. Namun di sudut bawahnya tertulis ‘”Segenap warga India”.

Beberapa hari lalu permohonan maaf telah disampaikan oleh perwakilan warga India di Batam pada saat jumpa pers di kantor Pemerintah Kota Batam.

Pada Minggu (25/4), perusahaan galangan kapal asal Dubai itu tampak lebih senyap. Tak terlihat anggota kepolisian berjaga, meskipun pagar berduri yang dipasang di pintu masuk tidak dipindah.

Operasional Ditunda

Operasional PT Drydocks Graha World yang rencananya dibuka Senin (26/4) ditunda hingga waktu yang belum diketahui.

“Karena perbaikan belum selesai,” kata Kapoltabes Barelang Kombes Leonidas Braksan usai bertemu manajemen Drydocks di Batam, Minggu (25/4).

Ia mengatakan kerusakan kawasan galangan kapal Drydocks World Graha cukup parah hingga membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dari yang diperkirakan. “Namun selama perusahaan tidak beroperasi, hak karyawan tetap dipenuhi,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Drydocks World Asia Tenggara, Denis Welch berharap kondisi kerja bisa segera pulih agar bisa menyelesaikan beberapa proyek.

“Kami sedang mengerjakan beberapa proyek, yang hanya bisa dioperasikan di wilayah tertentu di dunia,” katanya. n kcm/ant
Author: Junaidi
•19.00

BATAM, KOMPAS.com — Tidak ada razia warga Batam terhadap orang asing pasca-kerusuhan antara karyawan berkebangsaan Indonesia dan pekerja asing di PT Drydocks World Graha, Kamis (22/4/2010). "Itu tidak ada. Keamanan Batam kondusif," kata Wakil Kepala Polda Kepulauan Riau Komisaris Besar Bambang Budi Santoso.


Jangan dilebar-lebarkan. Kejadian hanya di sini.
-- Kombes Bambang Budi Santoso
Ia mengatakan, kericuhan hanya terjadi pada pagi hingga siang hari di sekitar galangan kapal PT Drydocks World Graha, sedangkan di daerah lain aman. "Jangan dilebar-lebarkan. Kejadian hanya di sini," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Poltabes Barelang Kombes Leonidas Braksan mengatakan, di Batam tidak ada pengamanan warga negara asing (WNA) di galangan kapal lain. Menurut dia, pengamanan tidak perlu diperketat karena situasi keamanan kondusif.

Ia mengatakan, kerusuhan yang menyebabkan empat mobil terbakar dan sekitar 30 lainnya rusak terjadi akibat kesalahpahaman antarkaryawan PT Drydocks dan tidak akan meluas ke wilayah lain. Kerusuhan bermula sekitar pukul 08.00 ketika seorang penyelia asal India berinisial V memarahi seorang pekerja dengan mengatai-ngatai orang Indonesia bodoh-bodoh.

Kemudian, karena tidak terima nama Indonesia dihina, pekerja ini memberitahukan teman-temannya. Kerusuhan mulai terjadi sekitar pukul 08.30 dan kondisi keamanan mulai kondusif sekitar pukul 14.00 setelah ratusan aparat kepolisian dan TNI AD mengendalikan suasana. Pekerja membakar dan merusak sekitar 38 mobil, beberapa sepeda kayuh, dan beberapa ruang kantor.

Sekitar 41 pekerja PT Drydocks World Graha berkebangsaan India dievakuasi ke Markas Poltabes Barelang lewat laut dengan kapal patroli kepolisian dan darat. Dari sekitar 40 warga India, terlihat empat orang terluka akibat bentrokan dengan pekerja. Seorang di antaranya dikabarkan kritis.

Kapoltabes Barelang Kombes Leonidas Braksan kini menempatkan satu peleton anggota polisi dan satu peleton personel TNI AD di lokasi Drydocks Graha.
Author: Junaidi
•18.58

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Jumat (23/4/2010) siang, menyatakan, kerusuhan yang terjadi di kawasan PT Drydocks World Graha, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), murni kerusuhan akibat konflik internal perusahaan.

Aksi itu tidak didomplengi faktor-faktor lain di luar pelecehan yang terjadi dari seorang pimpinan perusahaan asing. Kasus itu juga bukan sebuah aksi pemanasan menjelang peringatan Hari Buruh (May Day) I Mei mendatang.

"Tidak ada kaitan dengan Hari Buruh, apalagi seperti pemanasan menjelang Hari Buruh itu. Peristiwa itu murni internal perusahaan dan bukan faktor-faktor lain," ujar Kapolri dalam keterangan pers menjawab pertanyaan wartawan seusai rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta.

Dalam kesempatan jumpa pers itu hadir dua menteri lainnya, yaitu Mendagri Fauzi Gamawan, Mennakertrans Muhaimin Iskandar, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan. Sebelumnya, dalam rapat itu hadir Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Dua menteri lainnya, Gamawan Fauzi dan Muhaimin Iskandar, juga berpendapat senada, penyebab kasus tersebut lantaran faktor internal perusahaan. "Ini terkait kebiasaan dan kultur warga negara asing dalam bekerja. Nah, ini yang belum terbiasa diterima oleh pekerja kita," ujar Muhaimin.

Gamawan mengaku pascaperistiwa ini pihaknya akan menyurati Gubernur dan Wali Kota di mana ada pabrik-pabrik yang pekerjanya adalah sebagian warga negara asing agar tidak terulang kembali. "Saya sudah bicara kelompok-kelompok perusahaan lain di Batam, kasus ini tidak membuat khawatir mereka berinvestasi di Batam. Mereka tahu karena penyebab peristiwa ini adalah karena masalah khusus di perusahaan dan bukan soal lain," papar Gita Wirjawan.
Author: Junaidi
•18.56

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah yakin kerusuhan di Batam tidak akan berbuntut panjang dan mengganggu investasi. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai, persoalan tersebut merupakan masalah internal dan akan diselesaikan oleh perusahaan tersebut.

"Ini (kerusuhan Batam) lebih kepada persoalan perusahaan, tidak persoalan-persoalan yang katakanlah ketegangan aturan," ujar Hatta, di sela-sela jumpa pers di Gedung Menko Perekonomian, Jumat (23/4/2010) .

Ia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi di Batam pada Kamis kemarin telah dapat diatasi. Sejauh ini, pihak manajemen perusahaan telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ini.

Meski akar permasalahan ini disebabkan oleh persoalan internal perusahaan, namun pemerintah akan turun tangan untuk memberi penjelasan atas permasalahan yang ada kepada para investor. Tujuannya, agar kepercayaan para investor tetap terjaga dan mereka tetap mau menanamkan modalnya di Indonesia.

"Akan tetapi kita perlu jelaskan, jangan karena persoalan ini 'Wah di Indonesia (kalau) investasi gini-gini'," ujarnya mengira-ngira peryataan yang akan dilontarkan para investor, terkait permasalahan tersebut.

Sementara terkait dengan keberadaan sekitar 100 tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut, Hatta menyatakan, saat ini mereka telah diselamatkan oleh pihak berwajib.

"Apakah mereka legal semua, sudah ada laporan semua itu legal, semua yang bersurat izin. Apakah sudah keluar dari Indonesia, saya detil tidak tahu. Mereka keluar (lokasi) diamankan, bukan mengungsi," papar Hatta.

Di sisi lain, Hatta juga menghimbau agar para media, khususnya media elektronik, tidak melakukan siaran berulang-ulang kerusuhan tersebut. Pasalnya, tayangan tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi pandangan investor asing terhadap kondisi di Indonesia.

"Kita berharap tivi kita tidak menyiarkan terus-terusan. Ini kan ditonton di mana-mana juga. Di Singapura, Malaysia, di belahan dunia manapun," tandasnya.

Sebelumnya, bentrokan antara pekerja dengan manajemen PT Drydock World Graha bermula dari umpatan seorang supervisor India perusahaan tersebut, Werindra, kepada foreman yang berkembangsaan Indonesia. Werindra mengatakan, "All Indonesia are stupid."

Dikabarkan 36 mobil rusak berat, 17 diantaranya dibakar massa yang mengamuk. Kantor perusahaan asal Dubai itu juga di bakar massa. Selain itu, gudang perusahaan yang terletak di Tanjunguncang juga ikut menjadi sasaran amuk massa hingga dibakar.
Author: Junaidi
•18.52

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Kota Besar Batam telah memeriksa 39 orang warga negara India terkait kerusuhan di PT Drydocks World Graha, Batam, kemarin. Selain itu, polisi telah memeriksa empat pekerja yang mengetahui penyebab kerusuhan.

"Saksi dari pekerja yang mendengar dan melihat makian 'Indonesia stupid'. Hari ini (saksi yang diperiksa) akan bertambah," ucap Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Kombes Zainuri Lubis di Mabes Polri, Jumat (23/4/2010).

Zainuri menjelaskan, pihaknya telah memeriksa warga India yang diduga mengatakan "Indonesia stupid" itu di Rumah Sakit Awal Bros. Selain itu, telah diadakan pertemuan antara pimpinan PT Drydocks dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Dinas Tenaga Kerja di Kepolisian Daerah Polda Kepulauan Riau.

"Pertemuan difasilitasi Polda untuk membahas tentang kejadian dan mencari solusi agar jangan terjadi lagi. Terhadap tindak pidana akan diusut tuntas dan akan diadakan musyawarah melibatkan Muspida Kepri dan Batam," jelasnya.

Brimob Polda Riau, kata Zainuri, telah mengirimkan anggota satu SSK untuk mengamankan lokasi semalam. "Saat ini situasi dapat dikendalikan oleh Polda," katanya.
Author: Junaidi
•18.49

BATAM, KOMPAS.com - Polisi mengatakan tidak ada sweeping orang asing telah terjadi setelah kerusuhan di PT Drydock World Graha di Batam, Propinsi Riau Kepulauan, Kamis.

"Tidak ada sweep tersebut. Situasi keamanan di Batam tetap kondusif," kata Riau Kepulauan wakil kepala polisi Komisaris Senior Bambang Budi Santoso.

Dia mengatakan kerusuhan tersebut berlangsung dari pagi hingga sore hari di sekitar galangan Drydock PT Graha Dunia hanya sementara daerah lainnya tetap aman. "Jangan membesar-besarkan itu. Insiden itu hanya terjadi di sini," katanya.

Kepala Kepolisian kota Barelang Komisaris Leonidas Braksan Senior Sementara itu berkata bahwa tidak ada langkah-langkah keamanan yang diambil untuk orang asing bekerja di galangan kapal lainnya di Batam.

Dia bilang dia dianggap pengetatan keamanan tidak diperlukan karena situasi tetap kondusif. Dia mengatakan empat mobil telah dibakar dan 30 lainnya rusak akibat kerusuhan dipicu oleh kesalahpahaman belaka dan karena itu tidak menyebar ke daerah lain.

kerusuhan yang mulai pada sekitar 8 pagi ketika seorang supervisor dari India yang dikenal dengan inisial sebagai VJ dimarahi pekerja lokal dan disebut Indonesia bodoh. Tidak dapat menerima penghinaan di Indonesia pekerja kemudian melaporkan hal itu kepada sesama pekerja lain yang mengarah ke kerusuhan di sekitar 08:30. Situasi mulai kondusif sekitar pukul 14:00 setelah ratusan polisi dan personel militer dikerahkan di sana.

Pekerja terbakar dan dirusak sekitar 38 mobil, beberapa sepeda dan ruang di kantor. Sekitar 41 pekerja nasional India PT Drydock Dunia Graha dievakuasi ke kantor polisi Barelang oleh kapal patroli polisi.

Empat dari pekerja India terluka menyusul tawuran dengan pekerja lokal dan salah satu dari mereka dilaporkan dalam kondisi kritis. Beberapa polisi dan personil militer telah ditempatkan di lokasi untuk menjamin keamanan.
Author: Junaidi
•18.47
BATAM, KOMPAS.com - Konsulat Jenderal India untuk Indonesia, Sukumaren, menemui Kepala Poltabes Barelang Komisaris Besar Polisi Leonidas Braksan di Markas Poltabes Barelang, Batam, Jumat (23/4/2010). Sukumaren datang ditemani tiga tokoh India yang tinggal di Batam di antaranya Devarajan Prakash, sekitar pukul 16.15 WIB dan masih berada di Mapoltabes Barelang hingga berita ini diturunkan.

"Kami ingin menemui Kapoltabes untuk membicarakan masalah kerusuhan di Drydocks," kata Devarajan. Seorang warga India berinisial G, ditetapkan sebagai tersangka dalam kerusuhan antara sesama pekerja PT Drydocks World Graha, Kamis (22/4/2010).

G, diduga memicu kerusuhan dan dijerat pasal tetang penghinaan dan permusuhan, setelah memarahi pekerja Indonesia dengan kata-kata yang menyinggung martabat bangsa. Kini, G dirawat di Rumah Sakit Awal Bross, akibat dipukuli beberapa pekerja yang mengamuk. Menurut Devarajan, kondisi G kian membaik setelah mendapat perawatan dokter.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan G dipecat dari PT Drydocks World Graha. "Orang yang bertikai di dalam, seorang warga negara India, orang yang terkait, diberhentikan," kata Ria usai pertemuan dengan CEO Drydocks World Graha Denis Welch.

Selain G, beberapa pekerja yang dikhawatirkan dapat memicu suasana negatif juga diminta tidak masuk kerja. Namun, Ria tidak menyebut jumlah dan warga negara pekerja. Ia mengatakan kerusuhan Drydocks menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Batam, pihak keamanan dan Badan Pengusahaan Kawasan.
Author: Junaidi
•18.43

Devrajan Prakash, tokoh india di Batam, Jumat (23/4/2010), di kantor Wali Kota Batam, menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya insiden amuk buruh galangan kapal PT Drydocks World di Tanjung Uncang

BATAM, KOMPAS.com — Devrajan Prakash (kiri), tokoh India di Batam, Jumat (23/4/2010) di Kantor Wali Kota Batam, menangis saat menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya insiden amuk buruh galangan kapal PT Drydocks World di Tanjung Uncang, Batam, Kamis 22 April 2010 kemarin.

Pekerja India tidak bermaksud melecehkan pekerja dari Indonesia di perusahaan tersebut. Hadir dalam konferensi itu Chief Executive Officer PT Drydocks World, Denis Welch.

Seperti diberitakan, para buruh mengamuk merusak dan membakar 27 mobil, kantor dan gudang penyimpanan dipicu ucapan bernada rasial pekerja asing yang kemudian menyulut emosi para buruh. NRL
Author: Junaidi
•18.38

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Kota Besar Batam akan meminta keterangan ahli bahasa Inggris hari ini, Jumat (23/4/2010), sebagai saksi terkait kerusuhan di PT Drydocks World Graha, Batam, kemarin. Kepolisian telah memeriksa 39 orang warga negara India dan empat pekerja.

"Keterangan ahli untuk menerjemahkan kata 'Indonesian stupid' tersebut," ucap Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Kombes Zainuri Lubis di Mabes Polri, Jumat (23/4/2010).

Zainuri menjelaskan, akibat kerusuhan itu, sembilan orang mengalami luka dan dirawat di rumah sakit Awal Bros. Lima korban warga negara India adalah Brahbahara (27), Verendra Kumar (25), Biju (38), Arumungan (37), dan Mediawanur (27). Sedangkan empat korban warga negara Indonesia, yaitu Ludwig (34), Patrick Susanto (27), Hendri Dwi Cahyo (27), dan Susanto (29).

Seperti diberitakan, kerusuhan dipicu saat seorang supervisor berinisial B memberikan pengarahan sekitar pukul 07.30 kepada 20 buruh WNI di bagian listrik. Saat itu, dia diduga mengucapkan kata "Indonesian stupid" kepada pekerja. B telah ditetapkan tersangka dengan jeratan Pasal 28 KUHP tentang Pengungkapan Rasa Permusuhan.

Batam Map